Sumur Bersejarah

Juni 18, 2026

Ngainun Naim

 

Sumber gambar: https://ihram.republika.co.id/berita/p1uyle385/sumur-ha-sumur-rasullah-di-dalam-masjid-nabawi-madinah

 

Saya beruntung memiliki teman sesama jamaah haji yang masih muda, yaitu Mas Ibnu Rusadi. Beliau memiliki kelebihan—antara lain—dalam hal akses informasi.

Mas Ibnu cukup sering mengakses media sosial. Implikasinya, ia tahu banyak informasi, termasuk informasi yang tidak banyak diketahui oleh kebanyakan orang.

Salah satu informasi yang kemudian kami telusuri adalah Sumur Bairuha—sumber lain menyebut dengan Sumur Ha’—yang ada di dalam Masjid Nabawi. Jika tidak diberitahu adanya sumur bersejarah tersebut, mungkin sampai kami pulang tidak mengetahui keberadaannya.

Saya pun menelusuri informasi terkait sumur ini. Sumber-sumber yang saya temukan menyebut bahwa awalnya sumur ini merupakan milik Sahabat Abu Thalhah Al-Ansari. Sahabat yang dikenal sebagai paling kaya dari kalangan Anshar ini memiliki ribuan ternak dan kebun kurma yang sangat luas.

Kekayaan lainnya berupa sumur. Dalam konteks sosiologis Masyarakat Arab, sumur merupakan harta kekayaan yang sangat berharga.

 

Sumber: dokpri

Abu Thalhah memiliki sumur yang sangat dicintai, yaitu Sumur Ha’. Sumur ini diwakafkan untuk kepentingan umat Islam.

Seiring perkembangan zaman, sumur ini tidak bisa lagi dilihat secara langsung. Namun ada penandanya bagi yang ingin mengetahui, yaitu berada di antara Gerbang Raja Fahd 21 dan 22. Posisi sumur ditutup karpet. Jadi tidak terlihat dari atas.

Jika ingin mengetahui kondisinya memang harus menyingkap karpet. Ada tiga lingkaran penandanya.

Bersama beberapa jamaah haji, kami menelusuri keberadaan sumur itu. Penelusuran kami lakukan pada 6 Mei 2026.

Usai sarapan pagi memang belum ada aktivitas ibadah. Kami memanfaatkannya menelusuri jejak sejarah yang penting.

Bahagia sekali ternyata kami menemukannya. Sungguh sebuah bukti sejarah yang sangat berarti.

 

Trenggalek, 18 Juni 2026


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.