Menulis Buku, Menulis Jejak Intelektual

Maret 24, 2026


Ngainun Naim

 

Menulis buku itu bukan pekerjaan mudah. Bisa dikata sulit. Tidak semua orang bisa menulis dan menerbitkan buku, bahkan dosen sekalipun.

Jika sebatas ingin menulis buku, tentu banyak. Persoalan biasanya muncul ketika harus menurunkan dan menerjemahkan ingin menjadi tindakan nyata menulis.

Kata menulis dan menerbitkan harus dicetak tebal karena konteks maknanya yang perlu didudukkan secara profesional. Menulis tidak mudah namun ada juga orang yang berhasil menulis sebuah buku sampai selesai. Namun tulisan selesai bukan berarti bisa diterbitkan karena ada penerbit profesional yang menentukan nasib.

Dalam konteks ini tetiba saya teringat sebuah buku dengan judul Meniti Jalan Pendidikan Islam. Buku ini bisa terbit karena ada peran penting Prof. Dr. Akhyak, M.Ag—saat itu gelar beliau Drs. Akhyak, M.Ag.

Poin ini tetiba muncul mengingat kepergian mendadak Prof. Dr. Akhyak, M.Ag pada 21 Maret 2026. Aktivitas menulis dan menerbitkan buku yang kini saya tekuni, sedikit atau banyak, karena pengaruh beliau.

Tahun 2002 saya menjadi Dosen Luar Biasa STAIN Tulungagung. Tahun itu juga Drs. Akhyak, M.Ag masih tercatat sebagai mahasiswa S3 IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Interaksi dan komunikasi beliau dengan berbagai elemen di Yogyakarta cukup luas. Ini bisa dimaklumi karena memang beliau merupakan aktivis sosial kemasyarakatan yang energik.

Saya ingat ketika dalam sebuah pertemuan, Pak Akhyak menawarkan Bapak Ibu dosen STAIN Tulungagung untuk menulis book chapter yang nantinya akan diterbitkan oleh sebuah penerbit besar di Yogyakarta. Beliau menyatakan bahwa justru penerbit di Yogyakarta itu aktif mendatangi kampus, menjalin komunikasi dengan sivitas akademika, dan menawarkan untuk menerbitkan naskah buku. Tawaran ini perlu disambut dengan baik.

Tentu ini tawaran yang menarik. Di zaman itu menerbitkan buku sungguh pekerjaan yang sangat sulit. Belum muncul fenomena penerbit indie seperti sekarang ini. Adanya penerbit mayor yang sangat selektif dalam memilih naskah untuk diterbitkan.

Sejauh penelusuran, di zaman itu belum ada dosen STAIN Tulungagung yang berhasil menembus penerbit mayor selain Dr. Mujamil Qomar, M.Ag. Ada dua buku beliau yang sudah terbit, yaitu Kontribusi Islam terhadap Peradaban Manusia: Sebuah Apresiasi Monumental, Solo: Ramadhani, 1993 dan NU “Liberal”: Dari Tradisionalisme Ahlussunah Menuju Universalisme Islam, Bandung: Mizan, 2002.

Prestasi Dr. Mujamil Qomar tidak mudah untuk ditiru. Beliau melalui proses panjang dan selektif sampai buku terbit. Jika mengikuti jalan lurus seperti beliau, tidak akan banyak aktivitas publikasi buku. Karena itu diperlukan strategi lain yang membuka pintu bagi proses penulisan dan penerbitan buku.



Informasi dari Drs. Akhyak, M.Ag cukup memicu adrenalin untuk menulis. Di bawah koordinasi Drs. Imam Fu’adi, M.Ag, saya menjalankan tugas mengumpulkan, menata, dan mengedit naskah. Setelah melalui perjuangan yang tidak ringan, total ada 16 tulisan panjang yang terkumpul. Saya kemudian membaginya menjadi empat bagian.

Bagian pertama MELACAK LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN ISLAM memuat lima tulisan, yaitu Epistemologi Pendidikan Islam (Sebuah Upaya Mencari Bentuk Metode) karya Mujamil Qomar, Intuisi Sebagai Pendekatan Epistemologi Pendidikan Islam oleh Mujamil Qomar, Perspektif Filosofis Pendidikan Islam (Telaah dalam Konteks Ke-Indonesia-an) oleh Akhyak, Pendidikan dalam Perspektif Filosof Muslim oleh Ahmad Tanzeh, dan Hakikat Manusia dalam Perspektif Al-Qur’an oleh Sokip.

Bagian kedua DINAMIKA DAN TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM memuat tiga tulisan, yaitu Krisis dalam Dunia Pendidikan, Dimensi Kemanusiaan, dan Pengembangan Nalar Kemanusiaan oleh Ngainun Naim, Reorientasi Pendidikan Islam Telaah Kritis Problematika dan Solusi oleh Septi Gumiandari, dan Respon Pendidikan Islam terhadap Perkembangan IPTEK oleh Munardji.

Bagian ketiga PENDIDIKAN ISLAM DALAM KERANGKA IMPLEMENTATIF memuat Profil Guru Agama Era Globalisasi oleh Elfi Mu’awanah, Budaya Kepemimpinan Pendidikan Islam oleh Siswadi, Inovasi Pengelolaan Kelas Sebagai Pemicu Kedinamisan Pembelajaran oleh Ali Rohmad dan Manajemen Pendidikan Islam oleh Nursyamsiyah Yusuf.

Bagian Keempat PERNIK PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM memuat Modernisasi Pendidikan di Pesantren oleh Achmad Patoni, Pendidikan Anak dalam Islam oleh As’aril Muhajir, Konsep Tujuan dalam Pendidikan Islam oleh Imam Fu’adi, dan Telaah Praktik Pendidikan di Sekolah dalam Perspektif Etika oleh Imam Malik dan Muhammad Zaini.

Buku ini terbit setahun kemudian, yaitu tahun 2003. Tentu kami sangat bahagia memiliki buku yang diterbitkan oleh penerbit besar di Yogyakarta. Terbitnya buku ini menjadi penanda keingintahuan saya akan menulis dan menerbitkan buku.

Tahun 2007 saya mulai studi S3 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Salah satu agenda saya di luar studi adalah belajar menerbitkan buku. Selama studi ada beberapa buku yang terbit. Setelah lulus studi, saya cukup rutin menerbitkan karya.

Kini, ketika Prof. Dr. Akhyak, M.Ag berpulang, ingatan awal proses menulis dan menerbitkan buku kembali menyeruak. Jasa beliau dalam konteks ini adalah jejak intelektual yang tidak akan hilang. Semoga beliau husnul khatimah. Al-Fatihah.

 

Tulungagung, 24 Maret 2026


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.