Menulis Buku, Menulis Jejak Intelektual
Menulis
buku itu bukan pekerjaan mudah. Bisa dikata sulit. Tidak semua orang bisa
menulis dan menerbitkan buku, bahkan dosen sekalipun.
Jika
sebatas ingin menulis buku, tentu banyak. Persoalan biasanya muncul ketika
harus menurunkan dan menerjemahkan ingin menjadi tindakan nyata menulis.
Kata menulis
dan menerbitkan harus dicetak tebal karena konteks maknanya yang perlu
didudukkan secara profesional. Menulis tidak mudah namun ada juga orang yang
berhasil menulis sebuah buku sampai selesai. Namun tulisan selesai bukan
berarti bisa diterbitkan karena ada penerbit profesional yang menentukan nasib.
Dalam
konteks ini tetiba saya teringat sebuah buku dengan judul Meniti Jalan
Pendidikan Islam. Buku ini bisa terbit karena ada peran penting Prof. Dr.
Akhyak, M.Ag—saat itu gelar beliau Drs. Akhyak, M.Ag.
Poin ini
tetiba muncul mengingat kepergian mendadak Prof. Dr. Akhyak, M.Ag pada 21 Maret
2026. Aktivitas menulis dan menerbitkan buku yang kini saya tekuni, sedikit
atau banyak, karena pengaruh beliau.
Tahun 2002
saya menjadi Dosen Luar Biasa STAIN Tulungagung. Tahun itu juga Drs. Akhyak,
M.Ag masih tercatat sebagai mahasiswa S3 IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Interaksi dan komunikasi beliau dengan berbagai elemen di Yogyakarta cukup
luas. Ini bisa dimaklumi karena memang beliau merupakan aktivis sosial
kemasyarakatan yang energik.
Saya ingat
ketika dalam sebuah pertemuan, Pak Akhyak menawarkan Bapak Ibu dosen STAIN
Tulungagung untuk menulis book chapter yang nantinya akan diterbitkan
oleh sebuah penerbit besar di Yogyakarta. Beliau menyatakan bahwa justru
penerbit di Yogyakarta itu aktif mendatangi kampus, menjalin komunikasi dengan
sivitas akademika, dan menawarkan untuk menerbitkan naskah buku. Tawaran ini
perlu disambut dengan baik.
Tentu ini
tawaran yang menarik. Di zaman itu menerbitkan buku sungguh pekerjaan yang
sangat sulit. Belum muncul fenomena penerbit indie seperti sekarang ini.
Adanya penerbit mayor yang sangat selektif dalam memilih naskah untuk
diterbitkan.
Sejauh
penelusuran, di zaman itu belum ada dosen STAIN Tulungagung yang berhasil
menembus penerbit mayor selain Dr. Mujamil Qomar, M.Ag. Ada dua buku beliau
yang sudah terbit, yaitu Kontribusi Islam terhadap Peradaban Manusia: Sebuah
Apresiasi Monumental, Solo: Ramadhani, 1993 dan NU “Liberal”: Dari
Tradisionalisme Ahlussunah Menuju Universalisme Islam, Bandung: Mizan,
2002.
Prestasi
Dr. Mujamil Qomar tidak mudah untuk ditiru. Beliau melalui proses panjang dan
selektif sampai buku terbit. Jika mengikuti jalan lurus seperti beliau, tidak
akan banyak aktivitas publikasi buku. Karena itu diperlukan strategi lain yang
membuka pintu bagi proses penulisan dan penerbitan buku.
Informasi
dari Drs. Akhyak, M.Ag cukup memicu adrenalin untuk menulis. Di bawah
koordinasi Drs. Imam Fu’adi, M.Ag, saya menjalankan tugas mengumpulkan, menata,
dan mengedit naskah. Setelah melalui perjuangan yang tidak ringan, total ada 16
tulisan panjang yang terkumpul. Saya kemudian membaginya menjadi empat bagian.
Bagian
pertama MELACAK LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN ISLAM memuat lima tulisan, yaitu
Epistemologi Pendidikan Islam (Sebuah Upaya Mencari Bentuk Metode) karya
Mujamil Qomar, Intuisi Sebagai Pendekatan Epistemologi Pendidikan Islam oleh
Mujamil Qomar, Perspektif Filosofis Pendidikan Islam (Telaah dalam Konteks
Ke-Indonesia-an) oleh Akhyak, Pendidikan dalam Perspektif Filosof Muslim oleh
Ahmad Tanzeh, dan Hakikat Manusia dalam Perspektif Al-Qur’an oleh Sokip.
Bagian
kedua DINAMIKA DAN TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM memuat tiga tulisan, yaitu Krisis
dalam Dunia Pendidikan, Dimensi Kemanusiaan, dan Pengembangan Nalar Kemanusiaan
oleh Ngainun Naim, Reorientasi Pendidikan Islam Telaah Kritis Problematika dan
Solusi oleh Septi Gumiandari, dan Respon Pendidikan Islam terhadap Perkembangan
IPTEK oleh Munardji.
Bagian
ketiga PENDIDIKAN ISLAM DALAM KERANGKA IMPLEMENTATIF memuat Profil Guru Agama
Era Globalisasi oleh Elfi Mu’awanah, Budaya Kepemimpinan Pendidikan Islam oleh
Siswadi, Inovasi Pengelolaan Kelas Sebagai Pemicu Kedinamisan Pembelajaran oleh
Ali Rohmad dan Manajemen Pendidikan Islam oleh Nursyamsiyah Yusuf.
Bagian
Keempat PERNIK PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM memuat Modernisasi Pendidikan di
Pesantren oleh Achmad Patoni, Pendidikan Anak dalam Islam oleh As’aril Muhajir,
Konsep Tujuan dalam Pendidikan Islam oleh Imam Fu’adi, dan Telaah Praktik
Pendidikan di Sekolah dalam Perspektif Etika oleh Imam Malik dan Muhammad
Zaini.
Buku ini
terbit setahun kemudian, yaitu tahun 2003. Tentu kami sangat bahagia memiliki
buku yang diterbitkan oleh penerbit besar di Yogyakarta. Terbitnya buku ini
menjadi penanda keingintahuan saya akan menulis dan menerbitkan buku.
Tahun 2007
saya mulai studi S3 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Salah satu agenda saya di
luar studi adalah belajar menerbitkan buku. Selama studi ada beberapa buku yang
terbit. Setelah lulus studi, saya cukup rutin menerbitkan karya.
Kini,
ketika Prof. Dr. Akhyak, M.Ag berpulang, ingatan awal proses menulis dan
menerbitkan buku kembali menyeruak. Jasa beliau dalam konteks ini adalah jejak
intelektual yang tidak akan hilang. Semoga beliau husnul khatimah. Al-Fatihah.
Tulungagung, 24 Maret 2026


Tidak ada komentar: