Dua Pertemuan Terakhir
Pertemuan saya
dengan Prof. Dr. Akhyak, M.Ag tidak terhitung jumlahnya. Ini wajar karena jika diingat
saya mulai kenal dan berinteraksi dengan beliau di pertengahan tahun 1990-an. Jadi
sudah di kisaran 35 tahunan.
Tentu tidak
mudah menemukan momentum berkesan dalam perjumpaan yang berulang-ulang itu. Sengaja
saya memilih dua momentum pertemuan terakhir karena inilah momentum yang paling
saya ingat. Juga sebagai momentum yang tidak saya sangka menjadi momentum
perpisahan selamanya.
Sudah banyak
kisah, kenangan, dan hal-hal baik yang diteladankan oleh Prof. Dr. Akhyak,
M.Ag. Saya mendengarnya dalam berbagai perbincangan. Juga membacanya di berbagai
media sosial. Namun semuanya tinggal kenangan. Juga sebagai inspirasi untuk
diteladani.
Masuk Dulu
Semester
ini saya tim teaching dengan Prof. Dr. Akhyak, M.Ag untuk mata kuliah Filsafat
Ilmu dan Integrasi Keilmuan di Program S3 Manajemen Pendidikan Islam. Beberapa
saat setelah jadwal terbit dan grup WA kelas dibuat, Prof. Dr. Akhyak, M.Ag
menghubungi saya agar masuk mengajar terlebih dulu. Jika saya sudah 8 kali
pertemuan maka di 8 pertemuan berikutnya yang akan masuk adalah beliau.
Tentu saya
mengiyakan arahan beliau. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari terakhir masuk
kerja di bulan Ramadan, yaitu tanggal 13 Maret 2026.
Sebelum shalat
jumat, saya bertemu sejenak dengan beliau di Pascasarjana. Setelah jumatan,
saat berjalan menuju ruang kuliah, saya mengintip dari pintu ketika beliau
sedang memimpin ujian disertasi. Tahu saya ada di luar, beliau memanggail. Saya
pun mendekat.
Beliau konfirmasi
dan diskusi sekilas terkait mata kuliah. Tidak sampai lima menit. Saya pun
kemudian menuju ruang kuliah.
RPS untuk
mata kuliah ini sudah tersedia. Namun demikian saya memerinci materi ke
tema-tema yang bisa dikembangkan oleh mahasiswa untuk membuat artikel jurnal. Hasilnya
saya bagi ke kelas. Beliau menulis komentar di grup WA tertanggal 18 Maret
2026. “Luar biasa. Topp”.
Buka Bersama
Hari Sabtu
tanggal 14 Maret 2026 ada undangan buka bersama dari Pimpinan Cabang Gerakan
Pemuda Ansor Kabupaten Tulungagung. Lokasi acara di Rumah
Sahabat M.Ihsan Muhlashon, Ketua Cabang, Desa Wates Kecamatan Sumbergempol.
Saya datang pukul 16.30 WIB. Sebagian
undangan sudah datang. Sambil menunggu acara dimulai, kami bersantai di ruang transit.
Saya lihat ada beberapa orang yang sudah hadir.
Menjelang pukul 17.00, acara dimulai.
Bersamaan dengan itu satu demi satu tokoh penting hadir. Ada Pak Rektor UIN
Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Prof. Dr. Abd. Aziz, ada Ketua Umum Tanfidziyah
NU Tulungagung Dr. KH. Bagus Ahmadi, ada Ketua Tanfidziyah yang lain—Drs.
Mubarok, KH. Abdul Hakim Mustofa, Muhammad Fatah Masrun—dan beberapa tamu lainnya.
Jarum jam
menunjukkan pukul 17.25 ketika Prof. Dr. Akhyak datang. Setelah bersalaman,
beliau diarahkan untuk duduk di kursi samping Pak Rektor.
Satu yang
sangat ingat betul ketika itu, yaitu ketika buka bersama. Beliau beberapa kali
bertanya keberadaan Kang Rokani. Beliau menyampaikan sudah lama tidak bertemu
dan ingin berbincang.
Buka bersama
berlangsung dengan riang gembira. Kami terlibat dalam perbincangan dengan tema
random sambil menikmati menu buka yang beragam.
Usai shalat
magrib saya pamit karena harus pulang ke Trenggalek. Rupanya itu adalah pertemuan
fisik terakhir saya dengan beliau. Pertemuan yang biasa namun meninggalkan
kesan luar biasa.
Teladan
Berita wafatnya
Prof. Dr. Akhyak sungguh mengejutkan. Beberapa kolega dari luar kota
konfirmasi. Ada yang telepon. Ada yang berkirim WA. Semuanya bertanya tentang
kebenaran informasi terkait kepergian Prof. Dr. Akhyak.
Ada banyak
teladan dan kisah kebajikan yang ditorehkan oleh Prof. Akhyak. Tugas kita
adalah memungut selaksa hikmah yang tersebar dalam aneka mozaik kehidupan. Kisah
beliau—sebagaimana tertulis di buku obituari—dan juga kisah yang hidup dalam
perbincangan banyak orang yang pernah berinteraksi dengan beliau adalah inspirasi
keteladan yang perlu untuk dihidupkan.
Selamat jalan
Prof. Tugasmu di dunia sudah selesai. Ada banyak tinggalan dari jejak hidupmu
yang luar biasa. Al Fatihah.
Tulungagung, 26 Maret 2026

Tidak ada komentar: