Pulang
Hari Rabo 3 Juni
2026 adalah hari terakhir kami ada di Makkah. Sesuai jadwal hari itu kami akan
kembali ke tanah air.
Sulit untuk menulis
tentang perasaan kami saat harus kembali ke tanah air.
Sedih, itu pasti. Rasanya
waktu berlalu begitu cepat.
Bersyukur, itu jelas
karena dengan takdir Allah kami bisa mengunjungi tanah suci. Bagi saya pribadi,
ini mimpi. Tidak pernah terbayangkan jika saya dan istri bisa menunaikan ibadah
haji di tahun 2026. Haji khusus lagi. Bagaimana saya dan istri tidak bersyukur?
Rindu keluarga juga
hadir dalam buncahan rasa. Ingin segera bersua mereka setelah lebih dari
sebulan berpisah.
Aneka rasa berkumpul
menjadi satu.
Pukul 17.00 waktu
Saudi Arabia, bus yang kami tumpangi perlahan meninggalkan hotel.
Rasanya baru kemarin
kami datang, kini sudah pulang.
Ternyata 32 hari di Kota
Suci itu cepat sekali.
Jalanan Kota Makkah sore
itu cukup padat.
Puncak haji baru
beberapa hari lalu selesai. Mobilitas jamaah haji seluruh dunia sangat tinggi. Wajar
jika kepadatan terlihat di banyak tempat.
Hari beranjak senja.
Gelap mulai menyelimuti bumi. Terangnya lampu di setiap sudut jalanan membuat
senja itu terasa semakin syahdu.
Bagi yang sudah
melaksanakan ibadah haji dan umroh akan merasakan betapa beratnya saat harus
meninggalkan Kota Suci. Maka doa yang dipanjatkan adalah agar Allah memanggil
kita lagi untuk kembali beribadah.
Perjalanan darat
dengan bus dari Makkah menuju Jeddah nyaris tiga jam. Selain karena jalanan
yang padat juga karena pemeriksaan berlapis di beberapa tempat.
Saya kira ini wajar.
Ini adalah langkah penting untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan
dengan baik.
Setelah melewati
banyak dinamika di perjalanan, kami sampai di Bandara Jeddah. Tentu kondisi
kedatangan dan kepulangan berbeda. Lagi pula saat datang tengah malam. Saat pulang
juga sudah malam. Jadinya tidak tahu secara maksimal situasi bandara.
Bandara Jeddah
merupakan bandara modern. Sistemnya cukup canggih. Satu sisi ini memudahkan. Di
sisi lain menimbulkan persoalan bagi jamaah yang tidak memahami kinerja sistem
modern.
Saya tidak ingin
menulis detail pengalaman unik di Bandara ini, mulai saat masuk sampai pesawat
berangkat. Kawan-kawan rombongan jamaah pasti mengingatnya dengan
senyum-senyum.
Rasanya benar kata
seorang sastrawan bahwa pengalaman masa lalu—manis atau pahit—ketika dikenang
adalah humor yang menghibur. Saat mengalami, sedih dan emosi. Saat mengenangnya
tertawa.
Perjalanan Saudia
Airlines dari Jeddah menuju Jakarta cukup lancar. Durasinya kisaran 10 jam.
Kami landing kisaran jam 15.00 WIB.
Istri saya bilang
perjalanan pulang ini cepat sekali. Ya wajar karena beliau sebelum pesawat take
off minum obat beberapa jenis, mulai batuk, pilek, dan entah apa lagi. Jadinya
di pesawat tidur selama beberapa jam. Ditambah lagi kursi yang isinya tiga
penumpang hanya dihuni kami berdua. Makanya cepat sekali karena beliau tidur
selama beberapa jam selama penerbangan.
Terminal 3 Bandara
Soekarno Hatta ramai dengan kedatangan penumpang. Bagasi menjadi urusan yang
tidak sederhana. Menunggu bagasi beres dan bersiap ke hotel transit memerlukan
waktu tidak kurang dari tiga jam.
Sebagaimana saat
berangkat, kami menginap di Ibis Style. Lokasinya yang dekat bandara memudahkan
mobilitas dari dan ke bandara.
Jumat pagi pukul
07.30 kami kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini terbang dengan Pelita Air
menuju Bandara Juanda Surabaya.
Berangkat lebih pagi
karena bagasi memerlukan pengurusan yang tidak sederhana. Pesawat boarding
pukul 10.00 WIB.
Sejak kami landing,
menuju hotel, sampai naik pesawat ke Surabaya ditemani oleh Mbak Dewi dari
Enha Tour. Beliau all out mengurusi aspek teknis sehingga memudahkan
perjalanan kami.
Pukul 12.14 pesawat
landing di Juanda. Alhamdulillah perjalanan penuh makna telah dilalui.
Di pintu kedatangan,
sudah siap siaga crew yang mengurusi perjalanan kami. Setelah makan
siang, kami menuju Blitar. Setelah selesai serangkaian acara, saya dan istri
pulang ke Trenggalek untuk bersua kembali dengan keluarga.
Kita sekarang
menyandang gelar haji. Tantangannya adalah bagaimana kita menjadi diri yang
lebih baik. Amin.

Tidak ada komentar: