Pulang

Juli 07, 2026



Hari Rabo 3 Juni 2026 adalah hari terakhir kami ada di Makkah. Sesuai jadwal hari itu kami akan kembali ke tanah air.

Sulit untuk menulis tentang perasaan kami saat harus kembali ke tanah air.

Sedih, itu pasti. Rasanya waktu berlalu begitu cepat.

Bersyukur, itu jelas karena dengan takdir Allah kami bisa mengunjungi tanah suci. Bagi saya pribadi, ini mimpi. Tidak pernah terbayangkan jika saya dan istri bisa menunaikan ibadah haji di tahun 2026. Haji khusus lagi. Bagaimana saya dan istri tidak bersyukur?

Rindu keluarga juga hadir dalam buncahan rasa. Ingin segera bersua mereka setelah lebih dari sebulan berpisah.

Aneka rasa berkumpul menjadi satu.

Pukul 17.00 waktu Saudi Arabia, bus yang kami tumpangi perlahan meninggalkan hotel.

Rasanya baru kemarin kami datang, kini sudah pulang.

Ternyata 32 hari di Kota Suci itu cepat sekali.

Jalanan Kota Makkah sore itu cukup padat.

Puncak haji baru beberapa hari lalu selesai. Mobilitas jamaah haji seluruh dunia sangat tinggi. Wajar jika kepadatan terlihat di banyak tempat.

Hari beranjak senja. Gelap mulai menyelimuti bumi. Terangnya lampu di setiap sudut jalanan membuat senja itu terasa semakin syahdu.

Bagi yang sudah melaksanakan ibadah haji dan umroh akan merasakan betapa beratnya saat harus meninggalkan Kota Suci. Maka doa yang dipanjatkan adalah agar Allah memanggil kita lagi untuk kembali beribadah.

Perjalanan darat dengan bus dari Makkah menuju Jeddah nyaris tiga jam. Selain karena jalanan yang padat juga karena pemeriksaan berlapis di beberapa tempat.

Saya kira ini wajar. Ini adalah langkah penting untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan dengan baik.

Setelah melewati banyak dinamika di perjalanan, kami sampai di Bandara Jeddah. Tentu kondisi kedatangan dan kepulangan berbeda. Lagi pula saat datang tengah malam. Saat pulang juga sudah malam. Jadinya tidak tahu secara maksimal situasi bandara.

Bandara Jeddah merupakan bandara modern. Sistemnya cukup canggih. Satu sisi ini memudahkan. Di sisi lain menimbulkan persoalan bagi jamaah yang tidak memahami kinerja sistem modern.

Saya tidak ingin menulis detail pengalaman unik di Bandara ini, mulai saat masuk sampai pesawat berangkat. Kawan-kawan rombongan jamaah pasti mengingatnya dengan senyum-senyum.

Rasanya benar kata seorang sastrawan bahwa pengalaman masa lalu—manis atau pahit—ketika dikenang adalah humor yang menghibur. Saat mengalami, sedih dan emosi. Saat mengenangnya tertawa.

Perjalanan Saudia Airlines dari Jeddah menuju Jakarta cukup lancar. Durasinya kisaran 10 jam. Kami landing kisaran jam 15.00 WIB.

Istri saya bilang perjalanan pulang ini cepat sekali. Ya wajar karena beliau sebelum pesawat take off minum obat beberapa jenis, mulai batuk, pilek, dan entah apa lagi. Jadinya di pesawat tidur selama beberapa jam. Ditambah lagi kursi yang isinya tiga penumpang hanya dihuni kami berdua. Makanya cepat sekali karena beliau tidur selama beberapa jam selama penerbangan.

Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta ramai dengan kedatangan penumpang. Bagasi menjadi urusan yang tidak sederhana. Menunggu bagasi beres dan bersiap ke hotel transit memerlukan waktu tidak kurang dari tiga jam.

Sebagaimana saat berangkat, kami menginap di Ibis Style. Lokasinya yang dekat bandara memudahkan mobilitas dari dan ke bandara.

Jumat pagi pukul 07.30 kami kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini terbang dengan Pelita Air menuju Bandara Juanda Surabaya.

Berangkat lebih pagi karena bagasi memerlukan pengurusan yang tidak sederhana. Pesawat boarding pukul 10.00 WIB.

Sejak kami landing, menuju hotel, sampai naik pesawat ke Surabaya ditemani oleh Mbak Dewi dari Enha Tour. Beliau all out mengurusi aspek teknis sehingga memudahkan perjalanan kami.

Pukul 12.14 pesawat landing di Juanda. Alhamdulillah perjalanan penuh makna telah dilalui.

Di pintu kedatangan, sudah siap siaga crew yang mengurusi perjalanan kami. Setelah makan siang, kami menuju Blitar. Setelah selesai serangkaian acara, saya dan istri pulang ke Trenggalek untuk bersua kembali dengan keluarga.

Kita sekarang menyandang gelar haji. Tantangannya adalah bagaimana kita menjadi diri yang lebih baik. Amin.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.