Agama, Budaya, dan Profesionalisme
Ngainun Naim
Bagaimana tiga kata kunci di judul ini membangun relasi?
Bagaimana integrasi ketiganya dalam konteks sistem dan kepemimpinan? Apakah
setiap budaya dan agama mendukung profesionalisme?
Itulah beberapa pertanyaan awal yang muncul dalam benak saat
saya membaca disertasi Dr. Joko Santoso, S.Ag., M.M. Disertasi dengan judul “Transformasional
Leadership dalam Peningkatan Profesionalisme Aparatur Sipil Negara Kementerian
Agama Provinsi Kalimantan Tengah” ini dipertahankan dalam Ujian Disertasi
Terbuka Program Studi Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekolah
Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya.
Ujian dilaksanakan Hari Selasa, 3 November 2026. Saya
kebetulan menjadi Undangan Akademik sehingga harus mempersiapkan beberapa
pertanyaan kepada promovendus.
Dalam sambutannya Direktur Sekolah Pascasarjana
Universitas Airlangga, Prof. Dr. Achmad Chusnu Romdhoni, dr., Sp.T.H.T.B.K.L.,
Subsp.Onk.(K), FICS, menyatakan bahwa seseorang layak menjadi doktor jika bisa
menulis disertasi dan mempertahankannya di hadapan dewan penguji. Jika tidak selesai
mana mungkin menjalani ujian? Jika selesai tetapi tidak mampu mempertahankan,
mana mungkin bisa lulus?
Dr. Joko Santoso tampil penuh semangat. Ia menguasai
dengan baik disertasi yang ditulis. Sebelum kuliah S3 di Universitas Airlangga,
ia telah meraih doktor dari Universitas Palangka Raya. Jadi ujian kali ini
untuk meraih doktor yang kedua.
Pertanyaan penguji bermacam-macam. Ada yang mengaitkan
dengan kebakaran hutan dan lahan, kontestasi politik, sistem birokrasi, dan
regulasi.
Saya menanyakan tentang bagaimana nilai lokal bisa
bertransformasi menjadi modal sosial dan konteks reframing autentik. Juga
menelusuri kebaruan yang ditawarkan.
Semua pertanyaan dijawab dengan baik. Saya kira ini tidak
bisa dilepaskan dari keseriusan Dr. Joko dalam riset. Juga dari hobinya
sekolah.
Promotor disertasi, Prof. Dr. Bagong Suyanto
mengapresiasi disertasi yang ditulis Dr. Joko. Bukan hanya ketebalannya namun
juga kualitasnya. Secara khusus Prof.
Bagong menyebut bahwa disertasi Pak Joko meningkatkan kualitas disertasi
Pascasarjana.
Dr. Joko adalah seorang tokoh agama Budha. Selain saya
hadir Wakil Walikota Palangka Raya, Ir. H. Achmad Zaini, M.P., IPU., Dr.
Sutrisno, M.Si (Rektor Institut Nalanda Jakarta) dan Dr. Sulaiman, Ph.D Ketua STABN Raden Wijaya
Wonogiri.
Ketika ujian selesai beberapa guru besar Universitas
Airlangga bertanya tentang bagaimana saya bisa kenal Dr. Joko? Jawabannya
panjang.
Tulungagung, 3 November 2026

Tidak ada komentar: