Agama, Budaya, dan Profesionalisme

November 04, 2026



Ngainun Naim


Bagaimana tiga kata kunci di judul ini membangun relasi? Bagaimana integrasi ketiganya dalam konteks sistem dan kepemimpinan? Apakah setiap budaya dan agama mendukung profesionalisme?

 

Itulah beberapa pertanyaan awal yang muncul dalam benak saat saya membaca disertasi Dr. Joko Santoso, S.Ag., M.M. Disertasi dengan judul “Transformasional Leadership dalam Peningkatan Profesionalisme Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah” ini dipertahankan dalam Ujian Disertasi Terbuka Program Studi Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya. 

 

Ujian dilaksanakan Hari Selasa, 3 November 2026. Saya kebetulan menjadi Undangan Akademik sehingga harus mempersiapkan beberapa pertanyaan kepada promovendus.

 

Dalam sambutannya Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Prof. Dr. Achmad Chusnu Romdhoni, dr., Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk.(K), FICS, menyatakan bahwa seseorang layak menjadi doktor jika bisa menulis disertasi dan mempertahankannya di hadapan dewan penguji. Jika tidak selesai mana mungkin menjalani ujian? Jika selesai tetapi tidak mampu mempertahankan, mana mungkin bisa lulus?

 

Dr. Joko Santoso tampil penuh semangat. Ia menguasai dengan baik disertasi yang ditulis. Sebelum kuliah S3 di Universitas Airlangga, ia telah meraih doktor dari Universitas Palangka Raya. Jadi ujian kali ini untuk meraih doktor yang kedua.

 

Pertanyaan penguji bermacam-macam. Ada yang mengaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan, kontestasi politik, sistem birokrasi, dan regulasi.

 

Saya menanyakan tentang bagaimana nilai lokal bisa bertransformasi menjadi modal sosial dan konteks reframing autentik. Juga menelusuri kebaruan yang ditawarkan.

 

Semua pertanyaan dijawab dengan baik. Saya kira ini tidak bisa dilepaskan dari keseriusan Dr. Joko dalam riset. Juga dari hobinya sekolah.

 

Promotor disertasi, Prof. Dr. Bagong Suyanto mengapresiasi disertasi yang ditulis Dr. Joko. Bukan hanya ketebalannya namun juga kualitasnya.  Secara khusus Prof. Bagong menyebut bahwa disertasi Pak Joko meningkatkan kualitas disertasi Pascasarjana.

 

Dr. Joko adalah seorang tokoh agama Budha. Selain saya hadir Wakil Walikota Palangka Raya, Ir. H. Achmad Zaini, M.P., IPU., Dr. Sutrisno, M.Si (Rektor Institut Nalanda Jakarta)  dan Dr. Sulaiman, Ph.D Ketua STABN Raden Wijaya Wonogiri.

 

Ketika ujian selesai beberapa guru besar Universitas Airlangga bertanya tentang bagaimana saya bisa kenal Dr. Joko? Jawabannya panjang.

 

Tulungagung, 3 November 2026

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.