Membaca, Menulis, dan Dunia Literasi
Saya menyukai buku sejak remaja. Rasa suka yang terbangun
melalui proses yang panjang. Inilah
yang tampaknya menjadi faktor utama mengapa saya kemudian menyukai menulis dan
menekuni dunia literasi.
Membaca, menulis, dan literasi
adalah rangkaian. Masing-masing saling mempengaruhi.
Sejauh pengalaman subjektif
personal, internalisasi tiga rangkaian—membaca, menulis, dan literasi—melalui proses yang
tidak sederhana. Bisa dikatakan prosesnya
panjang dan penuh dinamika. Maka saya sangat paham jika banyak orang yang ingin
menekuni dunia literasi tetapi tidak bisa bertahan lama. Suka sesaat setelah
itu meninggalkannya.
Kesukaan pada dunia literasi membuat saya memiliki banyak
kolega sesama penyuka literasi. Ada yang bersua secara fisik, namun lebih
banyak yang terhubung melalui media sosial. Meskipun tidak berinteraksi secara
fisik, literasi menjadi titik temu untuk saling mendukung.
Salah satu hal yang sering dilakukan sesama pegiat
literasi adalah berbagi karya. Ini merupakan bentuk dukungan untuk merawat
spirit agar dunia literasi terus hidup di tengah gempuran kehidupan yang
semakin pelik.
Salah seorang kolega pegiat literasi yang gigih adalah
Sunarno. Beliau dosen UIN Syekh Wasil Kediri. Beliau juga pegiat literasi lewat Taman Baca Mahanani.
Saya belum pernah bertemu fisik dengan beliau. Pertemuan kami
via media zoom untuk sebuah kegiatan. Meskipun demikian, kami merasa akrab. Kami
saling berkomunikasi via WA.
Beberapa waktu lalu beliau berkirim pesan menanyakan
alamat saya. Segera saya kirim. Selasa sore [26-8-2025] saat pulang kantor ada
sebuah paket tergeletak di meja kerja. Saya lihat kiriman buku. Segera saya
buka.
Benar, sebuah buku karya Sunarno. Judulnya Lali Sumber
Ketiwasan (Yogyakarta: Rua Aksara bekerja sama dengan Taman Baca Mahanani
Kediri, 2025). Buku yang akan menjadi agenda untuk saya baca.
Tentu, saya belum bisa bercerita isi
buku yang sampulnya estetik ini. Saya hanya bisa berterima kasih atas kiriman
bukunya. Semoga segera menyusul buku-buku selanjutnya. Juga semoga spirit
literasi terus tumbuh dan berkembang di Taman Baca Mahanani yang dikelola oleh
Mas Sunarno.
Trenggalek, 26-8-2025
Buku yg bagus semoga ada yg mrmbuat resensi bukunya
BalasHapusTerima kasih Omjay
HapusMantab Prof. Setuju
BalasHapusTerima kasih Pak Haji
HapusPecinta buku sejati Prof, dan istikomah. Semoga barokah
BalasHapus