Membaca, Menulis, dan Dunia Literasi

Agustus 26, 2025


Ngainun Naim

 

Saya menyukai buku sejak remaja. Rasa suka yang terbangun melalui proses yang panjang. Inilah yang tampaknya menjadi faktor utama mengapa saya kemudian menyukai menulis dan menekuni dunia literasi.

 

Membaca, menulis, dan literasi adalah rangkaian. Masing-masing saling mempengaruhi.

 

Sejauh pengalaman subjektif personal, internalisasi tiga rangkaian—membaca, menulis, dan literasi—melalui proses yang tidak sederhana. Bisa dikatakan prosesnya panjang dan penuh dinamika. Maka saya sangat paham jika banyak orang yang ingin menekuni dunia literasi tetapi tidak bisa bertahan lama. Suka sesaat setelah itu meninggalkannya.

 

Kesukaan pada dunia literasi membuat saya memiliki banyak kolega sesama penyuka literasi. Ada yang bersua secara fisik, namun lebih banyak yang terhubung melalui media sosial. Meskipun tidak berinteraksi secara fisik, literasi menjadi titik temu untuk saling mendukung.

 

Salah satu hal yang sering dilakukan sesama pegiat literasi adalah berbagi karya. Ini merupakan bentuk dukungan untuk merawat spirit agar dunia literasi terus hidup di tengah gempuran kehidupan yang semakin pelik.

 

Salah seorang kolega pegiat literasi yang gigih adalah Sunarno. Beliau dosen UIN Syekh Wasil Kediri. Beliau juga pegiat literasi lewat Taman Baca Mahanani.

 

Saya belum pernah bertemu fisik dengan beliau. Pertemuan kami via media zoom untuk sebuah kegiatan. Meskipun demikian, kami merasa akrab. Kami saling berkomunikasi via WA.

 

Beberapa waktu lalu beliau berkirim pesan menanyakan alamat saya. Segera saya kirim. Selasa sore [26-8-2025] saat pulang kantor ada sebuah paket tergeletak di meja kerja. Saya lihat kiriman buku. Segera saya buka.

 

Benar, sebuah buku karya Sunarno. Judulnya Lali Sumber Ketiwasan (Yogyakarta: Rua Aksara bekerja sama dengan Taman Baca Mahanani Kediri, 2025). Buku yang akan menjadi agenda untuk saya baca.

 

Tentu, saya belum bisa bercerita isi buku yang sampulnya estetik ini. Saya hanya bisa berterima kasih atas kiriman bukunya. Semoga segera menyusul buku-buku selanjutnya. Juga semoga spirit literasi terus tumbuh dan berkembang di Taman Baca Mahanani yang dikelola oleh Mas Sunarno.

 

Trenggalek, 26-8-2025

5 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.