Proses Menulis Buku Haji
Ketika akan berangkat menunaikan ibadah haji bersama istri
pada awal Mei 2026, satu barang yang menjadi pemikiran antara dibawa dan tidak
adalah laptop. Saya sempat bertanya ke kawan-kawan yang pernah menunaikan haji.
Juga diskusi berkali-kali dengan istri.
Ada beberapa informasi. Umumnya menyatakan tidak masalah.
Sedikit ribet itu biasa.
Setelah tarik-ulur akhirnya saya memutuskan untuk tidak
membawa laptop. Pertimbangan utamanya adalah fokus. Jika membawa laptop saya
kuatir malah lebih banyak berkutat di depan laptop dibandingkan beribadah.
Pengalaman menunjukkan bahwa laptop itu seperti ada
magnetnya. Jika sudah membukanya, rasanya berat untuk berhenti. Ada saja yang
ingin dikerjakan.
Dulu saya pernah umroh dan membawa laptop. Memang tidak
terlalu membebani. Tapi haji dan umroh konteksnya kan tidak sama.
Tanpa laptop, saya berusaha keras menikmati ibadah haji yang
sangat berharga. Masa tunggu untuk bisa berangkat cukup lama. Biayanya juga
mahal. Sayang jika tidak dilaksanakan secara maksimal.
Namun naluri menulis ternyata tidak bisa dibendung. Ide
demi ide berkelebat di kepala. Saya pun kemudian mencatat sedikit demi sedikit
hal menarik yang saya alami di aplikasi ColorNote handphone.
Awalnya hanya catatan pendek beberapa paragraf. Semakin
hari jumlah catatan terus bertambah. Seiring waktu saya berniat mengumpulkan
dan mengolahnya menjadi buku.
Pulang haji fokusnya menerima tamu. Tidak ada kesempatan
membuka laptop. Malam hari sudah sangat lelah.
Saya baru bisa mengolah catatan demi catatan yang ada di
hape menjadi buku setelah para tamu tidak banyak. Namun tantangannya adalah
masa cuti telah habis. Saya kembali bekerja.
Di sela kesibukan bekerja, naskah buku tentang perjalanan
haji saya edit, olah, dan tata. Perlu waktu sampai tiga bulan sampai akhirnya
menjadi buku yang sekarang.
Isi buku ini hanyalah catatan personal. Saya menulis
sekadar sebagai dokumentasi. Sayang jika momentum penting dalam hidup hilang
begitu saja seiring perjalanan waktu.
Surabaya, 29.9.2026

ممتاز جدا فروف
BalasHapusSyukron katsir Ustadz Dr
HapusLuar biasa Prof. Semoga ketularan jenengan
BalasHapusAmin.
HapusProses kreatif di balik lahirnya sebuah karya akan menginspirasi orang-orang, terutama yang masih belajar menulis.
BalasHapusTerima kasih Pak.
Hapus