Proses Menulis Buku Haji

Oktober 04, 2026



Ngainun Naim

 

Ketika akan berangkat menunaikan ibadah haji bersama istri pada awal Mei 2026, satu barang yang menjadi pemikiran antara dibawa dan tidak adalah laptop. Saya sempat bertanya ke kawan-kawan yang pernah menunaikan haji. Juga diskusi berkali-kali dengan istri.

Ada beberapa informasi. Umumnya menyatakan tidak masalah. Sedikit ribet itu biasa.

Setelah tarik-ulur akhirnya saya memutuskan untuk tidak membawa laptop. Pertimbangan utamanya adalah fokus. Jika membawa laptop saya kuatir malah lebih banyak berkutat di depan laptop dibandingkan beribadah.

Pengalaman menunjukkan bahwa laptop itu seperti ada magnetnya. Jika sudah membukanya, rasanya berat untuk berhenti. Ada saja yang ingin dikerjakan.

Dulu saya pernah umroh dan membawa laptop. Memang tidak terlalu membebani. Tapi haji dan umroh konteksnya kan tidak sama.

Tanpa laptop, saya berusaha keras menikmati ibadah haji yang sangat berharga. Masa tunggu untuk bisa berangkat cukup lama. Biayanya juga mahal. Sayang jika tidak dilaksanakan secara maksimal.

Namun naluri menulis ternyata tidak bisa dibendung. Ide demi ide berkelebat di kepala. Saya pun kemudian mencatat sedikit demi sedikit hal menarik yang saya alami di aplikasi ColorNote handphone.

Awalnya hanya catatan pendek beberapa paragraf. Semakin hari jumlah catatan terus bertambah. Seiring waktu saya berniat mengumpulkan dan mengolahnya menjadi buku.

Pulang haji fokusnya menerima tamu. Tidak ada kesempatan membuka laptop. Malam hari sudah sangat lelah.

Saya baru bisa mengolah catatan demi catatan yang ada di hape menjadi buku setelah para tamu tidak banyak. Namun tantangannya adalah masa cuti telah habis. Saya kembali bekerja.

Di sela kesibukan bekerja, naskah buku tentang perjalanan haji saya edit, olah, dan tata. Perlu waktu sampai tiga bulan sampai akhirnya menjadi buku yang sekarang.

Isi buku ini hanyalah catatan personal. Saya menulis sekadar sebagai dokumentasi. Sayang jika momentum penting dalam hidup hilang begitu saja seiring perjalanan waktu.

 

Surabaya, 29.9.2026

6 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.